Dunia VoIP, RoIP, RPU, dan Sistem Komunikasi Hybrid
Perkembangan jaringan IP membuat sistem komunikasi suara tidak lagi terbatas pada telepon, radio, atau perangkat komunikasi yang berdiri sendiri. Suara dari perangkat radio dapat diteruskan melalui jaringan IP, aplikasi PTT dapat berkomunikasi dengan radio konvensional, dan beberapa repeater yang berjauhan dapat digabungkan menjadi satu jaringan komunikasi.
Secara umum terdapat tiga teknologi utama yang sering digunakan dalam sistem komunikasi modern:
- VoIP — Voice over Internet Protocol
- RoIP — Radio over Internet Protocol
- RPU — Radio Pancar Ulang / Repeater
Ketiganya juga dapat digabungkan menjadi sebuah sistem komunikasi hybrid, sehingga pengguna radio, aplikasi PTT, komputer dispatcher, smartphone, repeater, dan gateway dapat berada dalam satu ekosistem komunikasi.
Portal VOIP–ROIP Latimojong disiapkan sebagai pusat dokumentasi teknis, tutorial, catatan konfigurasi, firmware/perangkat lunak, link unduhan, halaman khusus yang dipanggil langsung dari APK, serta referensi implementasi dan hasil pengujian di lapangan.
1. VoIP — Voice over Internet Protocol
Pengertian
VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah teknologi untuk membawa suara melalui jaringan berbasis IP.
Pada komunikasi analog biasa, suara dikirim sebagai sinyal analog. Pada VoIP, suara terlebih dahulu diubah menjadi data digital, dikompresi menggunakan codec, kemudian dikirim sebagai paket-paket data melalui jaringan.
Jaringan yang digunakan tidak harus Internet publik. VoIP juga dapat berjalan melalui:
- LAN
- Wi-Fi
- jaringan seluler 4G/5G
- jaringan fiber
- VPN
- jaringan microwave
- jaringan radio data
- Internet publik
- jaringan private antar-site
Dengan demikian istilah VoIP tidak selalu berarti telepon melalui Internet. Selama suara dibawa melalui jaringan IP, sistem tersebut pada dasarnya sudah menggunakan konsep VoIP.
Alur dasar komunikasi VoIP
┌─────────────┐
│ Mikrofon │
└──────┬──────┘
│ Audio
▼
┌─────────────┐
│ ADC / Audio │
│ Processing │
└──────┬──────┘
│ PCM
▼
┌─────────────┐
│ Codec Audio │
│ Opus/G.711 │
└──────┬──────┘
│ Paket IP
▼
┌───────────────────┐
│ LAN / Internet / │
│ VPN / 4G / Wi-Fi │
└──────┬────────────┘
│
▼
┌─────────────┐
│ VoIP Client │
└──────┬──────┘
│
▼
┌─────────────┐
│ Speaker │
└─────────────┘
Pada komunikasi dua arah proses yang sama berlangsung secara bergantian atau bersamaan pada kedua sisi.
Komponen VoIP
Sistem VoIP biasanya terdiri dari beberapa komponen.
VoIP Client
Perangkat yang digunakan pengguna untuk berkomunikasi.
Contohnya:
- smartphone Android
- komputer Windows/Linux
- IP Phone
- aplikasi PTT
- softphone
- dispatcher console
- radio PoC
Dalam lingkungan komunikasi PTT, aplikasi seperti TeamSpeak dapat berfungsi sebagai client VoIP.
VoIP Server
Server berfungsi sebagai pusat komunikasi.
Tugas server dapat meliputi:
- autentikasi pengguna
- pengelolaan channel
- pengaturan hak akses
- distribusi audio
- pencatatan koneksi
- pengelolaan codec
- manajemen grup
- routing suara
Topologi sederhananya:
INTERNET
│
┌──────┴──────┐
│ VoIP Server │
└──────┬──────┘
│
┌───────────────┼───────────────┐
│ │ │
▼ ▼ ▼
Smartphone PC Operator Android PoC
+ PTT Headset HW PTT
Server memungkinkan pengguna yang berada di lokasi berbeda bergabung ke dalam satu channel komunikasi.
Codec
Codec menentukan bagaimana suara diubah menjadi data digital.
Beberapa codec yang umum digunakan:
- Opus
- G.711
- G.722
- Speex
- AMR
- AAC
- Codec proprietary tertentu
Codec mempengaruhi:
- kualitas suara
- bandwidth
- latency
- penggunaan CPU
- ketahanan terhadap packet loss
Untuk komunikasi radio/PTT, codec dengan latency rendah biasanya lebih penting dibanding kualitas audio musik.
Latency
Latency adalah waktu yang dibutuhkan suara dari pengirim sampai terdengar di penerima.
Secara sederhana:
TOTAL LATENCY =
Capture Audio
+ Audio Processing
+ Codec
+ Network
+ Jitter Buffer
+ Decode
+ Playback
Contoh:
Capture Audio : 10 ms
Encoding : 10 ms
Network : 40 ms
Jitter Buffer : 40 ms
Decoding/Playback : 20 ms
--------------------------------
Total : ±120 ms
Untuk komunikasi PTT, semakin kecil latency semakin terasa seperti komunikasi radio langsung.
Jitter
Jitter adalah perubahan waktu kedatangan paket suara.
Contohnya:
Paket 1 = 20 ms
Paket 2 = 21 ms
Paket 3 = 75 ms
Paket 4 = 18 ms
Jika variasinya terlalu besar, suara dapat terdengar:
- terputus
- patah-patah
- terlambat
- robotik
Untuk mengatasinya digunakan jitter buffer.
Namun jitter buffer yang terlalu besar juga meningkatkan latency.
2. RoIP — Radio over Internet Protocol
Pengertian
RoIP (Radio over IP) adalah teknologi yang membawa audio dan sinyal kontrol radio melalui jaringan IP.
Jika VoIP pada dasarnya menghubungkan perangkat komunikasi berbasis IP, maka RoIP digunakan sebagai jembatan antara:
DUNIA RADIO RF
↕
DUNIA JARINGAN IP
Dengan RoIP, sebuah radio yang berada di Enrekang misalnya dapat berkomunikasi dengan operator atau radio lain yang berada di kota berbeda selama keduanya memiliki akses ke jaringan IP.
Prinsip dasar RoIP
Sistem paling sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:
RADIO
│
│ RX AUDIO
│ TX AUDIO
│ PTT
│ COR/COS
▼
┌───────────────┐
│ RoIP Gateway │
└───────┬───────┘
│ Ethernet
▼
INTERNET
│
▼
┌───────────────┐
│ RoIP Gateway │
└───────┬───────┘
│
▼
RADIO
Gateway mengubah audio radio menjadi paket IP dan melakukan proses sebaliknya pada sisi penerima.
Jalur audio dan kontrol
RoIP tidak hanya membawa audio.
Sebuah sistem biasanya mempunyai minimal empat sinyal penting:
RADIO GATEWAY
RX AUDIO ───────────► Audio Input
TX AUDIO ◄─────────── Audio Output
COR/COS ───────────► RX Detect
PTT ◄─────────── TX Control
RX Audio
Audio yang diterima radio dari udara diteruskan ke gateway.
RF
│
▼
Radio Receiver
│
▼
RX Audio
│
▼
Gateway
│
▼
IP Network
TX Audio
Audio yang datang dari jaringan IP diteruskan ke transmitter radio.
IP Network
│
▼
Gateway
│
▼
TX Audio
│
▼
Radio Transmitter
│
▼
RF
PTT
PTT — Push To Talk digunakan untuk mengubah radio ke kondisi transmit.
Pada gateway dapat menggunakan:
- GPIO
- relay
- transistor
- optocoupler
- RTS
- DTR
- USB GPIO
- serial interface
- microcontroller
Contohnya:
VoIP menerima audio
│
▼
Gateway mendeteksi TX
│
▼
RTS / GPIO aktif
│
▼
Interface PTT
│
▼
Radio TRANSMIT
COR / COS
Pada sisi penerima diperlukan informasi bahwa radio sedang menerima sinyal.
Biasanya disebut:
- COR — Carrier Operated Relay
- COS — Carrier Operated Squelch
- SQL Detect
- RX Busy
Contohnya:
Radio menerima carrier
│
▼
COR/COS aktif
│
▼
Gateway mengetahui RX aktif
│
▼
Audio dikirim ke jaringan IP
Dengan cara ini sistem tidak perlu mengandalkan VOX.
RoIP berbasis VOX
Sistem paling sederhana dapat menggunakan VOX:
Audio terdeteksi
│
▼
VOX aktif
│
▼
PTT Radio
Kelemahannya antara lain:
- terdapat delay
- bagian awal suara dapat terpotong
- noise dapat memicu TX
- sulit menentukan RX/TX secara akurat
- kurang cocok untuk gateway profesional
Untuk sistem yang memungkinkan, penggunaan hardware trigger PTT dan COR/COS lebih baik daripada VOX.
RoIP dengan TeamSpeak
Salah satu implementasi yang dapat digunakan adalah:
TeamSpeak Server
│
───── INTERNET ─────
│
┌──────────┴─────────┐
│ │
▼ ▼
Android PTT PC Gateway
│
┌───────┴───────┐
│ │
Audio PTT/COR
│ │
└──────┬────────┘
▼
RADIO
│
▼
RF
Dengan skema tersebut pengguna smartphone dapat berbicara melalui jaringan TeamSpeak kemudian dipancarkan oleh radio gateway.
Sebaliknya, sinyal RF yang diterima radio diteruskan ke channel TeamSpeak.
3. RPU — Radio Pancar Ulang
Pengertian
RPU (Radio Pancar Ulang) atau repeater adalah stasiun radio yang menerima sinyal pada satu frekuensi kemudian memancarkannya kembali pada frekuensi lainnya.
Tujuannya adalah memperluas jangkauan komunikasi radio.
Mengapa repeater dibutuhkan?
Komunikasi langsung HT ke HT mempunyai keterbatasan akibat:
- daya pancar
- ketinggian antena
- gedung
- bukit
- pegunungan
- vegetasi
- kontur medan
- jarak
Contoh komunikasi simplex:
HT A )))))))))) ((((((((( HT B
Jika terdapat gunung:
HT A ))))) /\
/ \
/ \ ((( HT B
TERHALANG
Dengan repeater yang ditempatkan pada lokasi tinggi:
RPU
┌─────┐
│ RX │
│ TX │
└──┬──┘
│
/\
/ \
/ \
/ \
/ \
HT A HT B
Kedua HT hanya perlu menjangkau repeater.
Struktur dasar RPU
ANTENNA
│
▼
┌──────────┐
│ DUPLEXER │
└────┬─────┘
│
┌──────┴──────┐
│ │
▼ ▼
RECEIVER TRANSMITTER
│ ▲
│ RX AUDIO │ TX AUDIO
▼ │
┌─────────────────┐
│ Repeater │
│ Controller │
└─────────────────┘
Receiver
Receiver menerima sinyal dari pengguna.
Misalnya:
Input : 145.100 MHz
Transmitter
Transmitter memancarkan ulang audio.
Misalnya:
Output : 145.700 MHz
Selisih frekuensi tersebut disebut:
offset / shift repeater.
Duplexer
Duplexer memungkinkan receiver dan transmitter menggunakan satu antena secara bersamaan.
Karena transmitter memiliki daya jauh lebih kuat dibanding sinyal yang diterima receiver, diperlukan isolasi RF yang tinggi.
Jika isolasi tidak cukup dapat terjadi:
- desense
- receiver menjadi tuli
- noise
- intermodulasi
- feedback RF
Repeater Controller
Controller mengatur logika repeater seperti:
- PTT transmitter
- COR/COS
- hang time
- TOT
- identifikasi
- tone
- DTMF
- courtesy tone
- remote control
- telemetry
TOT pada repeater
TOT — Time-Out Timer membatasi durasi transmitter terus menerus.
Contohnya:
TOT = 180 detik
TX aktif
│
├── 60 detik
├── 120 detik
├── 180 detik
│
└── TX diputus
TOT penting untuk melindungi:
- final RF
- power supply
- duplexer
- antena
- repeater dari PTT macet
Konsep yang sama juga dapat diterapkan pada aplikasi PTT atau gateway RoIP.
4. Sistem Hybrid: VoIP + RoIP + RPU
Bagian paling menarik adalah ketika ketiga teknologi digabungkan.
Sistem seperti ini dapat membentuk jaringan komunikasi yang jauh lebih luas dibanding repeater RF konvensional.
Topologi Hybrid Sederhana
┌───────────────────┐
│ TeamSpeak / VoIP │
│ Server │
└─────────┬─────────┘
│
INTERNET
│
┌──────────────────────┼──────────────────────┐
│ │ │
▼ ▼ ▼
Android PoC PC Dispatcher RoIP Gateway
+ HW PTT + PTT │
│
Audio + Control
│
▼
RPU
│
▼
RF
┌───────────┴──────────┐
▼ ▼
HT HT
Pada topologi tersebut terdapat tiga domain komunikasi:
VOIP DOMAIN
Smartphone / PC / PoC
│
▼
IP NETWORK
ROIP DOMAIN
IP NETWORK
│
▼
RoIP Gateway
│
▼
RADIO
RF DOMAIN
Radio / RPU
│
▼
HT / Mobile Radio
Gateway RoIP menjadi penghubung ketiganya.
Contoh komunikasi dari Android ke HT
Misalnya pengguna Android melakukan PTT.
Android
│
│ PTT
▼
TeamSpeak
│
▼
Internet
│
▼
RoIP Gateway
│
├── PTT Radio ON
│
└── Audio
│
▼
RPU
│
▼
RF
│
▼
HT
Pengguna HT akan mendengar suara pengguna Android melalui repeater.
Sebaliknya: HT ke Android
HT
│
▼
RF
│
▼
RPU
│
▼
Gateway Radio
│
├── COR aktif
│
└── RX Audio
│
▼
RoIP Gateway
│
▼
Internet
│
▼
TeamSpeak Server
│
▼
Android / PC
Dengan demikian komunikasi berlangsung dua arah.
Hybrid beberapa RPU
Satu server IP dapat menghubungkan beberapa repeater yang berjarak ratusan bahkan ribuan kilometer.
SERVER
│
INTERNET
│
┌─────────────────┼─────────────────┐
│ │ │
▼ ▼ ▼
Gateway A Gateway B Gateway C
│ │ │
▼ ▼ ▼
RPU A RPU B RPU C
│ │ │
▼ ▼ ▼
Wilayah A Wilayah B Wilayah C
Contohnya:
RPU Enrekang
│
├──────── IP ────────┐
│ │
RPU Makassar ───── IP ── SERVER ── Smartphone
│ │
RPU Toraja ─────── IP ─────┘
Semua lokasi dapat ditempatkan dalam satu channel atau dipisahkan berdasarkan kebutuhan.
Hybrid dengan Dispatcher
Untuk operasi yang lebih besar dapat digunakan dispatcher.
┌──────────────┐
│ Dispatcher │
│ PC Operator │
└──────┬───────┘
│
VoIP Server
│
┌───────────────┼────────────────┐
│ │ │
▼ ▼ ▼
Gateway A Gateway B Android PoC
│ │
▼ ▼
RPU A RPU B
│ │
▼ ▼
Radio User Radio User
Dispatcher dapat digunakan untuk:
- monitoring channel
- berbicara ke seluruh jaringan
- mengaktifkan gateway tertentu
- monitoring status repeater
- mencatat kejadian
- recording komunikasi
- remote control perangkat
Hybrid menggunakan VPN
Untuk meningkatkan keamanan, gateway tidak harus dibuka langsung ke Internet.
Topologi yang lebih aman:
INTERNET
│
┌──────┴──────┐
│ VPN SERVER │
└──────┬──────┘
│
PRIVATE IP NETWORK
│
┌────────────────┼────────────────┐
│ │ │
▼ ▼ ▼
Gateway A Gateway B VoIP Server
10.10.0.11 10.10.0.12 10.10.0.2
│ │
▼ ▼
RADIO RADIO
Beberapa teknologi VPN yang dapat digunakan antara lain:
- WireGuard
- OpenVPN
- IPsec
- ZeroTier
- Tailscale
Penggunaan VPN juga mempermudah komunikasi antar-site yang berada di belakang NAT.
Contoh Infrastruktur VOIP–ROIP Lengkap
Sebuah jaringan dapat dikembangkan menjadi:
┌─────────────────┐
│ DNS / Domain │
└────────┬────────┘
│
┌────────▼────────┐
│ Reverse Proxy │
│ TLS / HTTPS │
└────────┬────────┘
│
┌────────────▼────────────┐
│ Server Utama │
│ │
│ • VoIP │
│ • API │
│ • Monitoring │
│ • Database │
└────────────┬────────────┘
│
VPN/IP
│
┌────────────────────┼────────────────────┐
│ │ │
▼ ▼ ▼
RoIP Gateway Dispatcher Android PoC
│
┌─────┴─────┐
│ │
Audio Control
PTT/COR
│ │
└─────┬─────┘
▼
RADIO
│
▼
RPU
│
▼
RF
┌─────┴──────┐
▼ ▼
HT Mobile Radio
Parameter Penting dalam Sistem Hybrid
Ketika VoIP, RoIP, dan RPU digabungkan, ada beberapa parameter yang harus diperhatikan.
1. Latency
Setiap lapisan memberikan tambahan delay.
Radio RX
+
Gateway
+
Codec
+
Internet
+
Server
+
Codec
+
Gateway
+
Radio TX
Karena itu sistem perlu dioptimalkan agar respons PTT tetap cepat.
2. PTT Delay
Jika gateway menerima perintah PTT dan audio secara bersamaan, bagian awal suara dapat hilang karena transmitter belum sepenuhnya aktif.
Solusinya dapat menggunakan:
TX pre-delay.
Contoh:
PTT ON
│
├── 50 ms
│
├── 100 ms
│
▼
Audio mulai dikirim
Nilai optimal bergantung pada radio dan sistem gateway.
3. RX Hang Time
Ketika sinyal RF berhenti, gateway dapat mempertahankan RX selama beberapa milidetik sebelum menutup jalur.
Tujuannya menghindari:
- switching terlalu cepat
- audio terpotong
- chatter akibat squelch
4. Echo
Kesalahan routing audio dapat menyebabkan:
Gateway A
│
▼
Server
│
▼
Gateway B
│
└──────────────┐
│
▼
Server
│
▼
Gateway A
Kemudian terbentuk audio loop.
Karena itu routing channel harus dirancang dengan benar.
AGC
AGC — Automatic Gain Control menjaga level suara relatif stabil.
Namun AGC yang terlalu agresif dapat menyebabkan:
- noise ikut dikuatkan
- suara pumping
- karakter audio radio berubah
Untuk gateway radio sering kali level audio manual yang benar menghasilkan kualitas lebih baik.
Echo Cancellation
Echo cancellation sangat berguna pada komunikasi speakerphone.
Namun pada gateway radio tertentu, echo cancellation yang agresif dapat mempengaruhi kualitas audio.
Karena itu fitur tersebut perlu diuji berdasarkan perangkat yang digunakan.
Network QoS
Jika jaringan digunakan bersama lalu lintas lain, paket suara sebaiknya memperoleh prioritas.
Contoh trafik:
ROUTER
│
┌────────────┼────────────┐
│ │ │
VoIP Video Download
PRIORITY Normal Low
QoS dapat membantu mengurangi:
- jitter
- packet loss
- latency saat jaringan sibuk
Packet Loss
Pada jaringan IP, beberapa paket mungkin hilang.
Contohnya:
Paket:
1 2 3 4 5 6 7 8
Diterima:
1 2 X 4 5 X 7 8
Codec modern seperti Opus mempunyai kemampuan tertentu untuk menyamarkan kehilangan paket, tetapi packet loss terlalu tinggi tetap menyebabkan kualitas komunikasi menurun.
Sistem Monitoring
Gateway dan repeater yang berada di lokasi jauh sebaiknya memiliki monitoring.
Parameter yang dapat dipantau:
- gateway online/offline
- radio RX
- radio TX
- PTT status
- COR status
- tegangan power supply
- suhu perangkat
- suhu final RF
- VSWR
- Internet latency
- packet loss
- CPU
- RAM
- storage
- uptime
- VPN status
Contoh:
RPU / Gateway
│
▼
Monitoring Agent
│
▼
Internet / VPN
│
▼
Monitoring Server
│
▼
Dashboard
Remote Management
Karena lokasi repeater sering sulit dijangkau, kemampuan remote management sangat penting.
Beberapa fungsi yang dapat disediakan:
Remote Restart
Remote PTT Disable
Remote Gateway Enable/Disable
Remote Reboot Radio
Remote Audio Level
Remote Channel Selection
Remote Monitoring
Remote Firmware Update
Untuk fungsi kritis harus terdapat mekanisme autentikasi dan keamanan yang baik.
Redundansi
Pada jaringan yang digunakan untuk komunikasi operasional, sebaiknya dipikirkan kemungkinan kegagalan.
Contohnya:
INTERNET 1
│
Gateway ─────── Router
│
INTERNET 2
Atau:
Server Utama
│
X
│
Server Backup
Sistem juga dapat dirancang agar RPU tetap berfungsi sebagai repeater lokal walaupun koneksi Internet terputus.
Konsep Local Failover
Topologi yang sangat berguna:
HT ──► RPU ◄── HT
│
│ RoIP
▼
INTERNET
Ketika Internet normal:
RPU Lokal
+
RoIP
+
RPU Remote
+
PoC
Ketika Internet mati:
RPU Lokal
│
└── tetap berfungsi untuk komunikasi RF lokal
Dengan pendekatan ini jaringan IP merupakan perluasan sistem, bukan menjadi satu-satunya jalur komunikasi.
Keunggulan Sistem Hybrid
Penggabungan VoIP, RoIP dan RPU memberikan beberapa keuntungan.
Jangkauan sangat luas
RF digunakan untuk area lokal sementara IP menghubungkan lokasi yang berjauhan.
Fleksibel
Pengguna dapat masuk menggunakan:
- HT
- mobile radio
- base station
- Android
- PC
- PoC radio
- dispatcher
Infrastruktur dapat dikembangkan bertahap
Contohnya:
Tahap 1
RPU
Tahap 2
RPU + RoIP Gateway
Tahap 3
RPU + RoIP + VoIP Server
Tahap 4
Multi RPU + Dispatcher + Monitoring
Tahap 5
Hybrid Network terintegrasi penuh
Tantangan Sistem Hybrid
Sistem hybrid juga mempunyai tantangan.
Beberapa di antaranya:
- latency
- jitter
- packet loss
- NAT
- firewall
- kestabilan Internet
- level audio radio
- ground loop
- noise
- RF interference
- PTT timing
- COR/COS compatibility
- codec
- echo
- audio loop
- keamanan server
- autentikasi
- maintenance perangkat remote
Karena itu implementasi yang baik memerlukan pemahaman dari dua dunia sekaligus:
RADIO / RF
+
ELEKTRONIKA
+
AUDIO
+
NETWORKING
+
SERVER
+
SOFTWARE
Ruang Lingkup Portal VOIP–ROIP Latimojong
Dokumentasi pada portal ini secara bertahap akan mencakup:
VoIP dan PoC
- TeamSpeak
- aplikasi PTT
- client Android
- client Windows
- server VoIP
- konfigurasi codec
- latency
- audio tuning
RoIP
- desain gateway
- interface radio
- rangkaian PTT
- rangkaian COR/COS
- USB serial
- GPIO
- RTS/DTR/CTS/DSR
- sound interface
- isolasi audio
- transformer audio
- optocoupler
- troubleshooting gateway
Radio
- RPU
- repeater controller
- radio mobile
- HT
- duplexer
- antenna
- feedline
- RF isolation
- grounding
Android PoC
- hardware PTT
- keycode Android
- background PTT
- audio routing
- USB serial
- USB OTG
- gateway berbasis Android
Server dan Jaringan
- Linux server
- NAT
- firewall
- VPN
- DNS
- TLS
- reverse proxy
- monitoring
- backup
- redundancy
Audio
- codec
- gain
- AGC
- echo cancellation
- noise
- latency
- jitter
- packet loss
- audio interface
Firmware dan Software
- APK
- firmware perangkat
- tool konfigurasi
- utilitas
- script
- konfigurasi gateway
- dokumentasi perangkat
Kesimpulan
VoIP, RoIP dan RPU bukanlah teknologi yang saling menggantikan. Ketiganya justru dapat saling melengkapi.
VoIP menyediakan media komunikasi melalui jaringan IP.
VOICE
│
▼
IP NETWORK
RoIP menjadi jembatan antara jaringan IP dan perangkat radio.
IP NETWORK
│
▼
GATEWAY
│
▼
RADIO
RPU memperluas jangkauan komunikasi pada sisi RF.
HT
│
▼
RPU
│
▼
HT
Ketika ketiganya digabungkan:
┌───────────────┐
│ VoIP Server │
└───────┬───────┘
│
INTERNET
│
┌────────────────────┼───────────────────┐
│ │ │
▼ ▼ ▼
Smartphone Dispatcher RoIP Gateway
/ PoC PC │
▼
RPU
│
RF
│
┌───────┴───────┐
▼ ▼
HT Mobile Radio
terbentuk sebuah jaringan komunikasi hybrid yang menggabungkan keunggulan komunikasi radio dengan fleksibilitas jaringan IP.
Sistem seperti ini dapat digunakan mulai dari jaringan eksperimen sederhana hingga jaringan komunikasi multi-site yang menghubungkan repeater, radio, gateway, dispatcher, komputer dan perangkat Android dalam satu ekosistem.
Portal VOIP–ROIP Latimojong akan menjadi tempat dokumentasi pengembangan tersebut—mulai dari teori dasar, rangkaian elektronika, konfigurasi perangkat, pengujian lapangan, hingga solusi terhadap berbagai masalah nyata yang ditemukan selama implementasi.